Sharing: Bekerja di Perusahaan Ideal, Adakah?

Artikel ini special diperuntukkan rekan-rekan yang fresh graduate atau pernah pindah kerja satu atau dua kali. Bacalah sampai tuntas untuk menghindari persepsi yang salah :)

Semua perusahaan didirikan dengan maksud mendapatkan laba, sebuah keinginan dan kebutuhan yang manusiawi. Dalam perkembangannya perusahaan menempuh banyak tantangan, persaingan, dan melakukan banyak manuver yang berujung pada usaha menaikkan citra perusahaan, kepuasan pelanggan dst.

Seringkali dalam prosesnya ada dilema yang harus diputuskan, kepuasan pelanggan kah? Atau kepuasan karyawan?

Contoh sederhana saja: dalam mempertahankan eksistensi perusahaan, customer bilang begini: "kami mau alat yang anda jual bisa dipakai dua hari lagi, atau... saya cari supplier lain!" sedangkan normalnya system yang dijual baru bisa hidup dalam empat atau lima hari misalnya.

Lalu, apa yang terjadi?

Setelah memutar otak dan berdiskusi dengan management - orang kepercayaan di sekeliling pemimpin perusahaan, diputuskanlah untuk SKS (sistem kebut semalam) dengan melemburkan karyawannya; dengan pertimbangan permintaan customer masih bisa dikerjakan.

Pertama, Anak buah yang melaksanakan akan meresponse dengan banyak cara salah satunya bisa bilang "Wah, lembur kagak dibayar, kerja jalan terus...! Gimana nih management aku ini gak becus, dst dst." Lalu, dengan semangat seadanya ya dikerjakan juga, hasilnya ... terpasang juga systemnya, tetapi hati karyawannya tidak puas; begitu ada kesempatan pindah, cabut ah...

Cara kedua menanggapinya sedikit lain: dengan kesadaran bahwa persaingan bisnis itu ganas, siapa tercepat, terkuat, dan ter... lainnya bakal menang dan sisanya kalah; lalu dengan semangat dia bekerja dengan sungguh-sungguh menjalankan SKS dan memasang sistem baru tersebut dan... berhasil.

Dari dua action ini tentu saja di atas kertas cara kedua adalah yang ideal, tapi praktek yang terjadi kasus pertama adalah hal umum yang terjadi.

Dalam semua perusahaan, management pada umumnya memikirkan kelangsungan perusahaannya mulai dari prospek, target, perkembangan ke depan, termasuk kelangsungan hidup karyawannya. Seringkali banyak keputusan yang dilematis dihadapkan pada pimpinan. Keputusan yang keluar pun terkadang tidak populis, mewakili kelangsungan perusahaan dan sebagian besar karyawannya, artinya tidak menyenangkan semua pihak sekaligus.

Menyikapinya Bagaimana?
Mari kita berpikir sebagaimana layaknya pimpinan perusahaan, kalau ada karyawan yang mempraktekkan cara pertama dan cara kedua di atas, apakah itu terlihat? Jawabnya: Ya Ya Ya... percayalah yang berprestasi dan tidak berprestasi, yang bersungut-sungut dan yang berusaha keras, semuanya terlihat cepat atau lambat.

Pada saat ada pertimbangan dilematis yang berhubungan dengan kelangsungan hidup karyawan di perusahaan anda, tipe manakah yang akan dipertahankan?
Pastinya akal sehat akan berkata tipe yang mempraktekkan cara kedua tentunya. Artinya, selama prestasi dan pola pikir selalu positif, itulah asset yang akan dipertahankan relatif lebih lama daripada yang lainnya.

Disisi karyawan, kemampuan untuk selalu berubah dan menyesuaikan jaman akan memastikan anda berada paling lama di perusahaan anda sekarang, kecuali karyawan itu sendiri yang memutuskan lain.

Jadi, Adakah Perusahaan Ideal?
Saat ini bekerja dengan baik sudah lumrah, untuk menjadi istimewa agar dapat dipertahankan itulah yang bernilai tambah.
Pastikan anda berhasil dalam karir, dengan dukungan kepribadian dan mindset yang tepat.
Jawaban Adakah Perusahaan Ideal? Pertanyaan ini bakal kembali pada diri kita pribadi apakah mau menjadikan perusahaan anda perusahaan yang ideal, atau sebaliknya.

Sharing ini disusun oleh team konsultan pribadi yang memberikan layanan di web pada situs www.kiki4hire.com - your personal consultant on web, menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke - 64.

salam,

kiki4hire


2 comments:

  1. Kacamata pandang perusahaan dari sisi managerial dan sisi karyawan diberikan dalam contoh sederhana.

    ReplyDelete
  2. Keren bro ... that what the employees should do but the employers should also consider the compensations for those who have good mindsets and attitudes.

    ReplyDelete

Silakan komentari