Seni Dalam Mengambil Keputusan

Ide tulisan ini muncul setelah beberapa kali ditrigger oleh chatting singkat dengan beberapa rekan dan pertanyaan yang pernah di ajukan dalam website www.kiki4hire.com. Bagaimana mengambil keputusan yang baik dan benar? Bagaimana kalau salah memutuskan, dsb, dsb...?

Keraguan dan Biang Ragu - Apa Saja Sih?
Keraguan itu sifat yang diakibatkan ketidakmauan atau ketidakmampuan untuk mengambil keputusan. Takut salah atau sifat yang perfectionist juga bisa jadi salah satu penyebab.
Kalau sudah ragu gitu, carilah informasi. Sekali lagi itu butuh keberanian dan kemampuan untuk mencari informasi dari sumber yang tidak menyesatkan.

Biang ragu lain adalah ingin membuat semua orang senang, takut konflik, takut tidak mendapat persetujuan dalam kelompok, dst dst; dalam kenyataannya: sebaik apapun anda, pastilah tidak mungkin membuat 100% orang yang anda kenal senang dengan anda; seringkali hal ini dimafhumi sebagai hal yang manusiawi.

Mengatasi Keraguan & Saat Terbaik Memutuskan
Mengatasi keraguan tentunya dengan action yang gesit menyikapi situasi, berani berubah menyesuaikan/ mengantisipasi situasi, dan tegas dalam bertindak; bertindak adalah salah satu bentuk keputusan yang dibuat. Syaratnya adalah mendapatkan informasi dari sumber yang dapat dipercaya, menganalisa informasi, mempertimbangkannya secara logis untung ruginya serta faktor resiko terbaik dan terburuk sebagai akibat dari keputusan yang akan diambil.

Contoh:
Ada kebutuhan untuk mendidik anak buah yang junior, tapi budget terbatas, aturan diperusahaan anda cukup ketat. Buatlah strategi justifikasi yang tepat untuk mengirimkan team anda dengan resiko: kekurangan budget, sang junior tidak belajar cukup cepat, project jadi molor, dst.
Di sisi lain: dengan mendapatkan satu orang tambahan yang mampu belajar, maka ketergantungan SDM yang mampu mengerjakan tugas spesifik tertentu menjadi rendah, dan secara organisasi kemampuan mengelola proyek yang akan datang semakin besar.
Dengan pertimbangan resiko baik buruknya, akhirnya anda putuskan untuk mengirimkan pemain junior untuk belajar langsung di lapangan.

Barangkali anda bertanya: setelah dipikirkan pun masih saja selalu ada kemungkinan keputusan yang diambil itu salah. Lalu... what next? Mari kita simak...

Konsekuensi Sebuah Keputusan & Konsekuensi Kalau Tidak Memutuskan
Saat anda mengambil keputusan, ambillah tindakan yang bijak dan tepat. Kalau keputusan itu ternyata salah, sadarilah sesegera mungkin, ambil keputusan susulannya yang benar; mudah-mudahan anda tahu letak kesalahannya & dibantu dengan data yang lebih akurat. Jadi kesalahan yang telah terjadi hanya berlaku sementara dan dapat diperbaiki segera.

Kalau keputusan salah sudah terlambat untuk diperbaiki? Mungkin ada resiko terburuk yang terjadi,... jadikanlah uang sekolah untuk mendapatkan pembelajaran yang mahal. Jadi dalam kesempatan berikutnya, tidak akan mengulangi kesalahan yang sama berkali-kali.
Melanjutkan contoh di atas: ternyata team member baru yang dikirim kurang dipersiapkan sehingga pembelajarannya tidak maksimal, lalu? Ya sudah, lain kali kalau mau mengirimkan orang hendaknya diberi orientasi lapangan terlebih dahulu sebelum diterjunkan ke lapangan untuk belajar sambil bekerja. Itulah pelajaran mahalnya; dibalik keputusan yang salah pun hendaknya pembelajarannya tidak terlewatkan.

Catatan penting:
Selalu upayakan untuk dapat mengendalikan situasi, bukan dikendalikan situasi. Dengan mindset dan mode ini, situasi yang kurang menguntungkan diharapkan bisa jadi netral, sedangkan situasi yang netral bisa anda kendalikan menjadi menguntungkan.

Sederhananya: saat anda tidak mengambil keputusan, anda akan berada dibawah bayang-bayang keputusan orang lain yang tidak selalu mengenakkan. Kendali di bawah orang lain artinya badan ini dipaksa menurut pada orang lain. Kebebasan dan ruang gerak menjadi terbatas, kreativitas terhambat.
Bagaimana kalau bargaining position kita belum cukup? Simaklah Artikelnya di sini.


Jam Terbang dan Latihan Mengambil Keputusan
Ambillah keputusan mengenai banyak hal kecil untuk mempersiapkan diri menghadapi hal-hal besar. Latihan di masalah yang ringan adalah kumpulan jurus yang dapat dipraktekkan saat diperlukan nanti.
Makan siang dimana hari ini? Pulang kantor lewat jalan apa? Jalur baru mana yang akan dicoba hari ini? Hal baru apa yang akan dipelajari hari ini? Dan seterusnya adalah hal-hal kecil yang dapat melatih pola pikir mengambil keputusan. Sekali lagi ... buatlah keputusan dan jalani serta dapatkan pelajarannya.

Perlu Bimbingan Gak Ya?
Kembali kepada diri masing-masing, ada yang dapat belajar dari teman, rekan, orang tua; tapi bagi yang butuh mentor yang independen, bisa hubungi sebuah website personal consultant, bahkan akhir-akhir ini di google anda ketik "konsultan goceng" sudah langsung banyak link yang mengarah kepada website www.kiki4hire.com.

kiki4hire - your personal consultant on web

Links: Artikel Lainnya            Web kiki4hire        Contact us          Our FB Profile              Blog Kontes



No comments:

Post a Comment

Silakan komentari